Sabtu, 15 Oktober 2011

CONTOH-CONTOH MUNAJAT

“Tuhanku, bila tidak karena apa yang tidak kuketahui tentang urusanku, tentulah aku tidak mengadukan kesalahanku. Bila tidak dikarenakan dosa-dosaku, tentulah tidak kutumpahkan segala air mataku
Tuhanku, hapuskan kesalahanku yang lekat dengan curahan air mataku. Ampuni-lah dosa-dosaku yang banyak itu dengan amalan kebajikanku yang sedikit.
Tuhanku, bila Engkau tidak merahmati kecuali yang sungguh-sungguh taatnya pada-Mu, maka mana mungkin orang-orang yang berbuat salah berlindung pada-Mu. Jika di hari kiamat kelak tidak ada yang selamat kecuali hanya mereka yang bertaqwa saja, maka bagaimanakah mereka yang banyak dosanya itu akan berharap pertolongan ?
Tuhanku, dosaku telah begitu banyak hingga membuatku tak bisa bicara. Tidak bisa lagi aku beralasan. sebab, telah putus segala jalan untuk beralasan. Kuakui segala dosa-dosaku, dan kini, aku telah menjadi tawanan atas dosa-dosaku itu.
Tuhanku, limpahkanlah shalawat atas Muhammad saw. dan keluarganya. Rahmatilah aku dengan rahmat-Mu, maafkan daku.Tuhanku, jika amat kecil amal taatku, maka pengharapanku atas rahmat-Mu amatlah besar. Tuhanku, bila dosa-dosaku mengecilkan harapan atas kemurahan-Mu, maka besarnya keyakinanku terhadap kemurahan-Mu-lah yang membesarkan hatiku. Tuhanku, bagaimana aku bisa kembali dengan rasa kecewa, sebab tidak mendapatkan anugerah-Mu sedangkan aku masih berharap kemurahan-Mu. Aku bukanlah mereka yang berputus asa untuk mendapatkan rahmat-Mu. Oleh karenanya jangan kecewakan daku.
Tuhanku, sungguh amatlah besar dosa-dosaku bila Engkau tetap menuntutnya.
Tuhanku, bila kelalaian telah mematikanku buat mengadakan persiapan menghadap-Mu kelak, maka aku telah digugah oleh rasa kemurahan-Mu.



Tuhanku, bila Engkau tidak menunjukkan Islam padaku, tak mungkin aku sampai padanya. Tuhanku, bila Engkau tidak melepaskan lidahku buat berdo’a pada-Mu, tak mungkin aku bisa berdo’a. Bila tidak Engkau kenalkan lezatnya nikmat-Mu, tak mungkin pula aku mengenalnya. Bila tidak Kau terangkan kerasnya siksa-Mu, tak mungkin aku mohon perlindungan. Tuhanku, jiwaku telah Engkau mulyakan dengan beriman pada-Mu, bagaimana Engkau hinakan ditumpukan bara api-Mu.
Tuhanku, Engkau telah menunjukkan untuk memohon surga sebelum aku mengenalnya. Lalu bagaimanakah bila Engkau menolak setelah aku memohonnya? Bukankah Engkau Maha Mulia dan Terpuji atas segala apa yang Engkau lakukan, wahai Dzat yang Maha Agung lagi Maha Mulia !
Tuhanku, jika aku tidak pantas untuk mendapatkan rahmat yang selalu kumohon, maka, sesungguhnya Engkaulah dzat yang Maha Pemberi rahmat kepada kaum yang berdosa berkat ke-mahaluasan rahmat – Mu.
Tuhanku, aku berdiri dihadapan-Mu dengan penuh kepasrahan. Berilah yang terbaik buatku, limpahkan rahmat-Mu padaku.
Tuhanku, seluruh hatiku telah bersaksi akan ke-Maha Esaan-Mu. Lisanku senantiasa mengangungkan-Mu. Alquran pun menunjukkan kepadaku tentang keluasan rahmat-Mu. Lalu bagaimanakah bila harapanku tidak terkabulkan – sedangkan aku percaya dengan kebenaran janji-Mu?
Tuhanku, oh Tuhanku. Diriku seolah telah terbaring di liang lahat, para pengantar pun telah pergi. Ia telah disayang oleh mereka yang memusuhinya sewaktu hidup di dunia, setiap orang pasti tahu akan kehinaan dan kemiskinannya. Malaikat pun berkata, “Seorang asing yang telah ditinggalkan oleh orang-orang terdekatnya, dan orang jauh yang tidak mendapat belas kasih dari keluarganya telah datang pada kami, ia menjadi penghuni liang lahat seorang diri.” Sungguh sewaktu di dunia aku berharap penuh akan rahmat-Mu – untuk saat-saat yang demikian ini – karena itu, mulyakanlah kedatanganku, santunilah daku melebihi santunan keluarga dan kerabatku.
Tuhanku, telah banyak dosaku yang Engkau tutupi sewaktu di dunia, karena itu, janganlah Kau gelarkan dihadapan orang banyak ketika aku menemui-Mu kelak. Tutupilah dosa-dosaku itu wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.
Tuhanku, kumohon petunjuk yang selalu mendekatkanku pada-Mu. Dan aku minta perlindungan pada-Mu dari apa yang menjauhkan aku dari-Mu.
Wahai Dzat penyenang setiap orang asing, senangkanlah daku dalam kuburku – tatkala daku sendirian dan sayangilah kesendirianku. Wahai Dzat Yang Maha Tahu segala yang tersembunyi, wahai Dzat Yang Maha mampu menghilangkan segala mudharat dan kesusahan, bagaimana pandangan-Mu terhadapku diantara para penghuni kubur? Dimanakah kepedulian-Mu ketika daku berada di tempat asing yang mencekam ini? Bukankah sebelumnya Engkau telah berbuat baik terhadapku? Maka itu, janganlah Kau putus kebaikan-Mu itu setelah aku mati.
Wahai Tuhan Yang Maha banyak karunia dan anugerah-Nya, sungguh amatlah banyak pemberian-Mu, hingga daku tak mampu menghitung dan mensyukurinya. Bagimu segala pujian atas segala yang Engkau cobakan. Wahai Dzat Yang terbaik … dan termulia untuk dimintai, wahai Tuhan Yang penuh kasih dan pemberian-Nya, wahai Tuhan Yang Maha Mulya dan Maha Tinggi, wahai Tuhan yang hidup dan berdiri sendiri, wahai Tuhan yang memiliki segala makhluk dan urusan. Maha suci Engkau sebaik-baiknya pencipta, wahai Maha Penyantun, wahai Maha Kuasa, wahai Yang Maha Mulya. Semoga shalawat senantiasa tercurahkan pada Muhammad saw. beserta seluruh keluarganya yang amat baik. Amin”

(Doa Amirul Mukminun Ali bin Abi Thalib ra)

“Ya Allah, sungguh aku telah menganiaya diriku dengan penganiayaan yang banyak (besar) dan tiada yang dapat mengampunkan dosa-dosa kecuali Engkau, maka ampunkanlah aku dengan pengampunan yang langsung daripada-Mu, dan kasihanilah aku, sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Penyayang.
Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kelemahan dan malas, dari rasa kikir dan siksa kubur. Ya Allah berilah dalam hatiku rasa taqwa dan bersihkanlah hatiku, sesungguhnya Engkau sebaik-baik yang membersihkannya. Ya Allah aku berlindung kepada-Mu daripada ilmu pengetahuan yang tidak berguna dan hati yang tidak khusyu, dan nafsu yang tidak puas dan do’a yang tidak diterima.
Ya Allah yang dapat membelokkan hati orang, belokkanlah hati kami kepada keta’atan kepada-Mu.
Ya Allah, perbaikilah agamaku yang merupakan pokok kepentinganku, dan perbaikilah duniaku yang didalamnya kehidupanku, dan perbaikilah akhiratku yang padanya kembaliku, dan jadikanlah hidup ini untuk tambahnya kebaikan bagiku, dan jadikanlah mati itu sebagai istirahatku dari segala kejahatan.
Ya Allah, kepada-Mu aku menyerah dan percaya dan kepada-Mu aku berserah dan kembali dan dengan bantuan-Mu aku berjuang dan kepada-Mu aku bertahkim, maka ampunkanlah apa yang telah lalu dan yang akan datang. Tiada Tuhan selain Engkau, dan tiada daya kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari bahaya pendengaranku, dan dari bahaya penglihatanku dan dari bahaya lidahku, dan dari bahaya hatiku.
Ya Allah aku mohon kepada-Mu cintaku pada-Mu, dan cinta pada siapa yang cinta kepada-Mu, dan amal perbuatan yang dapat menyampaikan aku kepada cinta kepada-Mu. Ya Allah jadikanlah cintaku kepada-Mu melebihi daripada cintaku pada diriku dan keluargaku.
“Wahai Tuhanku, kasihanilah kedua orangtuaku, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku sewaktu kecil.”
“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai syurga yang penuh keni’matan, dan ampunilah kedua orangtuaku dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tiada berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, dan (di hari itu) didekatkan syurga kepada orang-orang yang bertakwa, dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat.”
“Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan dengan perantaraan rasul-rasul Engkau, dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat, Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.” (QS.3:194)

Maraji’
Hasan Al Banna, Dialog dengan Allah di Malam Hari

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com DIMODIFIKASI OLEH KANG PENDI