Objektif
1. Memahami persaksian Muhammad adalah Rasulullah dan termotivasi untuk mengaplikasikannya.
2. Mampu menjelaskan kewajiban pribadi mu’min terhadap Rasulullah sebagai pengaruh persaksiannya.
3. Menyadari peranannya sebagai kader dakwah penerus risalah Rasulullah SAW.
Sinopsis
Muslim yang menyebut bahawa Muhammad adalah Rasulullah di dalam syahadatnya maka berarti individu tersebut akan membenarkan apa yang dikabarkannya, mentaati semua perintahnya, menjauhi apa yang dilarangnya, dan tidak dikatakan beribadah kecuali dengan mengikuti syariatnya. Penerimaan dan ketaatan serta ibadah kepadaNya melalui petunjuk Rasul adalah hasil dari persaksian ke atas Nabi yang kemudian dari sini muncul kewajiban-kewajiban yang perlu dijalankan.
Kewajiban kami (muslim) kepada Rasul adalah mengimaninya, mencintai, mengagungkan, membelanya, mencintai para pencintanya, menghidupkan sunnahnya, memperbanyak shalawat, mengikutinya dan mewarisi risalahnya. Dengan kewajiban ini setiap muslim akan senantiasa menjaga dirinya berada didalam saf Islam. Kewajiban ini sebagai janji dan komitmen dari persaksian kita kepada Nabi bahawa Muhammad SAW adalah Rasulullah.
Hasyiah
1. Muhammad Rasulullah.
Sarahan :
· Muhammad SAW adalah nabi dan rasul terakhir yang dijadikan sebagai Nabi dan Rasul penutup. Beliau sebagai model terbaik dan melengkapi nabi dan rasul sebelumnya. Risalah yang dibawanya sangatlah bersesuaian dengan keadaan saat ini dan diperuntukkan bagi semua manusia.
· Berbagai kelebihan dan keutamaan pada diri Nabi sangatlah banyak, sehingga kita perlu menyimpulkan bahawa beliaulah yang paling sesuai untuk diikuti. Kemudian bagaimanakah kewajiban kita kepadanya ?
Dalil :
· Q.33:40, Muhammad SAW sebagai Nabi penutup.
· Q.34:28, diperuntukkan kepada semua manusia.
2. Membenarkan apa yang dikabarkannya.
Sarahan :
Nabi Muhammad SAW adalah Rasul yang membawa kebenaran. Setiap yang disampaikan nya adalah benar dan berasal dari Allah SWT. Beliau mengajak kita untuk beriman dan taat kepada Allah dan RasulNya. Usaha pertama sebelum kita beriman, kita mesti menerima dan membenarkan apa yang akan kita yakini. Selama kita tidak menerima maka selama itu kita tidak dapat membenarkan risalah Nabi dan juga tidak akan kita beriman kepadaNya. Orang yang membenarkan risalahNya adalah orang yang bertaqwa.
Dalil :
· Hadits.
· Q.39:33, orang yang membawa kebenaran (Muhammad SAW) dan orang-orang yang membenarkannya adalah mereka itu orang yang taqwa.
3. Membenarkan apa yang dikabarkannya.
Sarahan :
Orang yang beriman adalah tentara yang siap dan sedia mendapat arahan dan perintah dari atasan. Atasan kita adalah Allah SWT dan Nabi SAW. Dialah yang berhak sebagai atasan kita karena dialah pencipta, pemberi rezki, pengatur dan pemilik kita. Sedangkan Nabi adalah orang yang ditunjuk langsung oleh Allah sebagai pembimbing kita. Sikap kita yang terbaik adalah dengar dan taat perintahNya. Karena setiap perintah itu adalah untuk kebaikan kita juga.
Dalil :
· Q.24:51, sesungguhnya perkataan orang beriman apabila dipanggil kepada Allah dan Rasul Nya, supaya dihukum antara mereka, bahawa mereka berkata : kami dengar dan kami taat. Mereka itulah orang yang menang.
· Q.5:7, kami dengar, kami taat dan takutlah kamu kepada Allah.
4. Membenarkan apa yang dikabarkannya.
Sarahan :
Muhammad SAW sebagai rasul yang mendapat lesen dari Allah SWT untuk menyampaikan wahyuNya, maka kita mesti mengiktiraf keadaan belian dan menjadikan diri Nabi sebagai bahagian di dalam kehidupan kita. Beliau berhak mengatur kehidupan kita karena ini untuk kebaikan kita sendiri. Oleh karena itu, apabila beliau melarang sesuatu maka ikuti larangan nya. Inilah jalan terbaik.
Dalil :
· Q.59:7, ….. apa-apa yang diberikan rasul kepadamu, hendaklah kamu ambil dan apa-apa yang dilarangnya, hendaklah kamu hentikan dan takutlah kepada Allah.
5. Membenarkan apa yang dikabarkannya.
Sarahan :
Mentaati Allah mesti melalui ketaatan kepada Rasul. Yang ditaati adalah syariat yang dibawanya sama ada yang disampaikan di dalam Al-Qur’an ataupun Sunnah Nabi. Kita tidak akan dapat beribadah kecuali mengikuti Rasul dan syariatNya.
Dalil :
· Hadits.
· Q.4:80, barang siapa mentaati rasul, sesungguhnya ia telah mentaati Allah.
6. Membenarkan apa yang dikabarkannya.
6.1. Mengimani.
Sarahan :
· Kewajiban kita terhadap Nabi adalah mengimaninya. Dengan cara ini kita akan terhindar dari api neraka dan azab yang pedih.
Dalil :
· Hadits.
· Q.61:10-11, suatu perniagaan yang akan melepaskan kita dari azab yang pedih adalah beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjuang di jalan Allah dan RasulNya.
6.2. Mencintai.
Dalil :
· Hadits.
6.3. Mengagungkan.
Dalil :
· Q.48:7
6.4. Membelanya.
Dalil :
· Q.9:40, 61:14
6.5. Mencintai para pencintanya.
Dalil :
· Q.48:29
6.6. Menghidupkan sunnahnya.
Dalil :
· Hadits.
· Q.3:130
6.7. Memperbanyak sholawat.
Dalil :
· Q.33:56
6.8. Mengikutinya.
Dalil :
· Q.3:31
6.9. Mewarisi risalahnya.
Dalil :
· Q.48:28
Ringkasan Dalil :
· Muhammad Rasulullah membenarkan apa yang dikabarkannya (Hadits, 39:33)
· Mentaati semua perintahnya (24:51, 5:7, 4:115)
· Menjauhi apa yang dilarangnya (59:7)
· Tidak dikatakan beribadah kecuali dengan mengikuti syariatnya (Hadits, 4:80)
· Kewajiban terhadap Rasulullah mengimani (Hadits, 61:11)
· Mencintai (Hadits)
· Mengagungkan (48:7)
· Membelanya (9:40, 61:14)
· Mencintai para pencintanya (48:29)
· Menghidupkan sunnahnya (Hadits, 3:130)
· Memperbanyak sholawat (33:56)
· Mengikutinya (3:31)
· Mewarisi risalahnya (48:28)
0 komentar:
Posting Komentar